Sejarah Candi Prambanan : Asal Usul, Letak, Relief serta Fungsinya

Hai Sobat, Pada artikel ini kita akan membahas tentang Sejarah Candi Prambanan secara lengkap dan jelas. Sub tema berupa letak candi, asal usul, latar belakang pembangunan, prasasti tentang candi prambanan, relief, runtuh dan pemugaran kembali. Pembahasan tersebut tentu saja sangat menarik dan juga sangat bermanfaat bagi kita agar wawasan sejarah kita menjadi semakin meningkat. Langsung saja yuk simak artikel mengenai sejarah Candi Prambanan berikut ini !!

Candi Prambanan adalah candi bekas peninggalan kerajaan Hindu yang mempunyai letak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Candi ini memiliki ukuran dan ketinggian terbesar se-Indonesia bahkan Asia Tenggara. Tinggi Candi Prambanan yaitu 47 meter dan diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9. Pembangunan candi ini merupakan persembahan untuk 3 dewa besar agama Hindu yakni dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan dewa Siwa sebagai dewa penghancur.

Nah, Pada kompleks percandian di Prambanan ada banyak sekali bangunan, tetapi dari sekian banyak bangunan candi ada 3 candi yang diutamakan atau biasa disebut candi utama kompleks Candi Prambanan. Bangunan utama tersebut berupa Candi Wisnu, Candi Brahma, Candi Siwa. Salah satu dari ke-3 bangunan candi utama ini memiliki tinggi yang luar biasa tingginya. Candi ini adalah Candi Siwa, memiliki tinggi 74 m dan merupakan candi Hindu yang paling tinggi di Indonesia. Letak candi ini berada di tengah-tengah per-candian di kompleks Candi Prambanan.

Letak Candi Prambanan 


Letak Candi Prambanan sangat strategis, yaitu berjarak sekitar 17 km dari kota Yogyakarta tepatnya di dusun Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Jarak candi ini dari jalan raya pun sangat dekat, yaitu hanya sekitar 100 meter (Jl. Yogyakarta-Solo). Berdasarkan lokasi ini, pengunjung Candi Prambanan tidak terlalu  sulit lho untuk berkunjung ke candi ini. Berdasarkan lokasinya, candi prambanan sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman dan sebagian lagi wilayah Kabupaten Klaten.

Pembangunan Candi Prambanan digagas setelah runtuhnya Dinasti Syailendra yang telah menguasai tanah Jawa selama sekitar 1 Abad. Kekalahan besar yang diterima tersebut membuat kekuasaan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha pudar. Dan digantikan oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Pada saat pergantian kekuasaan tersebut muncul lah ide/gagasan pembangunan  Candi Prambanan Hindu dibuat  untuk menyaingi Candi Borobudur yang merupakan peninggalan dari agama Budha atau dinasti Syailendra.

Proses Pembangunan Candi Prambanan


Berdasarkan luasnya, Candi Prambanan bisa dikatakan sebagai candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia. Hal yang masih menjadi misteri dari candi ini yaitu masih belum diketahui kapan dan atas perintah siapa Candi Prambanan dibangun. Tetapi beberapa ahli beropini, candi ini dibangun pada pertengahan abad ke 9 Masehi tepatnya saat Wangsa Sanjaya berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno dengan raja Balitung Sambu. Opini tersebut atas dasar dari isi Prasasti yang ditemukan (Prasasti Syiwagrha). Prasasti ini ditemukan di daerah Prambanan dan keberadaan prasasti ini sekarang disimpan di Museum Nasional. Dari prasasti ini, tercantum angka tahun 856 Masehi dan ditulis saat pemerintahan kerajaan masa Rakai Pikatan.

Sejarah Candi Prambanan dalam Prasasti Shivagrha-Prasasti Shivagra adalah prasasti yang ditemukan dan ber-angka tahun 856 Masehi. Dalam prasasti tersebut dijelaskan bahwa pembangunan Candi Prambanan dibangun untuk menghormati dewa Siwa yang merupakan dewa terbesar di agama Hindu. Dalam prasasti tersebut juga dijelaskan bahwa Candi Prambanan dinamakan Candi Shiva-grha yang berarti adalah rumah Siwa atau biasa disebut Kerajaan Siwa.

Sumber Sejarah Candi Prambanan tak lepas dari Prasasti ini, dalam prasasti ini juga disebutkan ada pembangunan proyek besar di sekitar Candi Prambanan. Proyek tersebut adalah proyek pembangunan Sungai Opak yang berada dibagian luar pecandian. Sungai Opak yang merupakan sungai besar yang mengalir di bagian Utara Candi Prambanan. Disebutkan bahwa pada saat itu, aliran sungai Opak dibelokan ke arah candi Prambanan yaitu menuju selatan melewati sebelah selatan Candi Prambanan.

Candi Prambanan Sebagai Pusat Pemerintahan


Kemegahan arsitektur Candi Prambanan selanjutnya dimanfaatkan oleh Kerajaan Mataram pada masa Dinasti Sanjaya untuk digunakan sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Nah, Pada perkembangan selanjutnya kemudian saat Mpu Sendok memimpin kerajaan ini, ibukota atau pusat pemerintahan dipindahkan ke daerah Jawa Timur. Pemindahan tersebut diduga dilakukan karena adanya letusan Gunung Merapi atau karena perang perebutan kekuasaan.Nah,  Setelah pemindahan tersebut, lalu Candi Prambanan yang merupakan bekas pusat pemerintahan ditinggalkan begitu saja, kemudian tak dirawat/dipelihara dan kemudian runtuh akibat adanya bencana alam (gempa bumi).

Dengan adanya beberapa kompleks besar di sekitar candi, diyakini masyarakat bahwa Candi Prambanan merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Hindu dari dinasti Sanjaya. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya kompleks Candi Ratu Boko yang diduga sebagai Istana Kerajaan Mataram Hindu yang letaknya hanya 5 km dari Candi Prambanan.



EmoticonEmoticon