Proses Mental Dalam Psikologi Kognitif

Proses Mental dalam Psikologi Kognitif
Fokus utama dari para psikolog yang mengusung teori pembelajaran kognitif yaitu proses mental yang mempengaruhi tingkah laris dari manusia. Proses mental yang dimaksud yaitu sebagai berikut:
1. Perhatian
Definisi perhatian berdasarkan ilmu psikologi merupakan suatu keadaan kesadaran yang terfokuskan pada suatu perangkat dari informasi yang tersedia secara perseptual. Fungsi kunci dari perhatian yaitu untuk mengidentifikasi data yang tidak relevan dan memfilter informasi tersebut. Dengan demikian maka data penting yang ada akan sanggup diditribusikan kepada proses mental lainnya. Contohnya otak insan sanggup secara berkesinambungan mendapatkan informasi suara, visual, rasa dan sentuhan.
Otak insan sanggup menangani hanya sedikit dari seperangkat informasi ini dan ini sanggup tercapai melalui proses perhatian.

Perhatian cenderung mengacu pada informasi yang bersifat visual ataupun pendengaran. Satu titik focus utama yang berkaitan dengan perhatian di dalam bisang psikologi kognitif yaitu konsep dari perhatian yang terbagi. Sejumlah penelitian terdahulu yang mempelajari ihwal kemampuan seseorang yang mengenakan headphones untuk memahami pembicaraan yang bermakna pada dikala dihadapkan dengan pesan yang diterima dari pendengaran yang lain. Hal ini dikenal dengan pendengaran dikostik.
Hal utama yang ditemukan melalui penelitian ini melibatkan pemahaman yang lebih dalam akan kemampuan pikiran untuk menunjukkan fokus kepada satu pesan dan pada dikala yang sama juga tetap mempunyai kesadaran akan informasi yang diterima dari pendengaran yang tidak diberikan perhatian secara sadar.

Contoh dalam eksperimen ini yaitu contohnya para penerima yang diberikan headphone akan diberitahu bahwa mereka akan mendengarkan dua informasi yang berbeda di masing masing telinga. Kemudian, mereka hanya diperlukan untuk menunjukkan perhatian mengenai informasi yang terkait dengan bola basket. Pada dikala eksperimen dimulai, pesan ihwal bola basket akan diperdengerkan melalui pendengaran kiri dan pesan lainnya akan diperdengerkan melalui pendengaran kanan.

Setelah beberapa waktu, informasi terkait bola basket akan dipindahkan ke pendengaran kanan dan informasi lain yang tidak relevan akan diperdengarkan di pendengaran sebelah kiri. Pada dikala ini terjadi, para penerima umumnya bisa untuk mengulangi seluruh pesan pada dikala eksperimen berakhir terlepas dari dikala mereka mendengarkan pesan tersebut. Kemampuan untuk menunjukkan perhatian kepada satu pembicaraan pada dikala banyak pembicaraan berlangsung dikenal dengan “cocktail party effect”.

2. Ingatan
Seara umum ada 2 macam ingatan yaitu ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Para psikolog dalam bidang psikologi kognitif lebih sering memperlajari ingatan jangka pendek.
a. Ingatan jangka pendek
Ingatan ini sanggup didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengingat informasi pada dikala dihadapkan dengan gangguan. Kapasitas ingatan secara umum dikenal sebagai 7 kurang atau lebih 2 yaitu merupakan kombinasi dari ingatan jangka pendek dan ingatan jangka pnjang.
Dalam salah satu eksperimen klasik yng dilakukan oleh Ebbinghaus, ditemukan bahwa informasi dari awal dan tamat dari daftar sejumlah kata yang disusun secara acak lebih sering diingat dibandingkan dengan kata yang berada di tengah. Hal ini dikenal sebagai “serial position effect”. Ini merupakan kurva yang berbentuk U dan sanggup diganggu dengan kata kata yang menraih perhatian, umumnya dikenal dengan “Von Restorff Effect”.
Banyak model dari ingatan jangka pendek yang telah dibuat. Salah satu model yang paling populer yaitu model yang dibentuk oleh Baddeley dan Hitch. Model ini menunjukkan pertimbangan terhadap stimulus visual dan pendengaran. Ingatan jangka panjang dipakai sebagai suatu rujukan dan merupakan sentra pemrosesan untuk menggabungkan dan memahami semuanya.

b. Ingatan jangka panjang
Konsep modern dari ingatan secara umum biasanya yaitu ihwal ingatan jangka panjang yang terbagi dalam 3 sub kategori, yaitu:
Ingatan Procedural
Ingatan yang diperoleh sebagai hasil dari melaksanakan tindakan tertentu. Hal ini seringkali diaktifkan oleh suatu level kesadaran yang rendah atau membutuhkan tingkat kesadaran yang minimal. Ingatan procedural mencakup inforasi yang bersifat stimulus dan ransangan yang diaktifkan melalui asosiasi dengan kiprah dan acara rutin tertentu. Seseorang biasanya memakai pengetahuan procedural pada dikala mereka secara otomatis menunjukkan jawaban terhadap situasi atau proses tertentu.

3. Persepsi
Pembentukan persepsi melibatkan indera fisik menyerupai indera pengelihatan, indera penciuman, indera penciuman dan indera perasa serta proses kognitif. Proses kognitif dipakai untuk mengintepretasikan rangsangan yang diterima oleh seluruh indera tersebut.
Pada dasarnya, insan memahami lingkungan sekeliling mereka melalui intepretasi dari stimulus yang diterima. Para psikolog terdahulu menyerupai Edward B. Tichener mulai bekerja dengan persepsi dalam pendekatan mereka yang bersifat strukturalis terhadap ilmu psikologi.
Dewasa ini, perspektif akan persepsi dalam psikologi kognitif cenderung berfokus kepada cara tertentu di mana pikiran insan mengintepretasikan stimulus yang diterima oleh indera dan bagaimanakah intepretasi tersebut mempengaruhi perilaku.

4. Bahasa
Para psikolog telah semenjak usang mempunyai minat terhadap proses kognitif yang melibatkan bahasa. Tepatnya yaitu semenjak tahun 1870an pada dikala Carl Wenicke mengajukan sebuah model untuk proses mental dari bahasa.
Karya ihwal bahasa yang lebih sekarang bervariasi dengan luas. Para psikolog kognitif mempelajari akuisisi bahasa, pembentukan komponen individual dari bahasa menyerupai phonem, bagaimana penggunaan bahasa terlibat dalam mood serta banyak sekali bidang lainnya yang terkait.

Karya yang signifikan yang terbaru berkaitan dengan akuisisi bahasa dan bagaimanakah itu dipakai untuk memilih apakah seorang anak mempunyai atau beresiko mempunyai gangguan dalam belajar


EmoticonEmoticon