Teori Konstruktivisme

3. Teori Konstruktivism
Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari
Konstruktivisme bekerjsama bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pelatihan pengalaman demi pengalaman. Ini menjadikan seseorang memiliki pengetahuan dan menjadi lebih dinamis.
Konsep umum Pendekatan konstruktivisme ibarat :
a.    Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
b.    Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
c.    Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling memengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
d.    Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan isu gres dengan pemahamannya yang sudah ada.
e.    Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
f.     Bahan pengajaran yang disediakan perlu memiliki perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.

Menurut teori ini, satu prinsip yang mendasar ialah guru tidak hanya menawarkan pengetahuan kepada siswa, namun siswa juga harus berperan aktif membangun sendiri pengetahuan di dalam memorinya. Dalam hal ini, guru sanggup menawarkan fasilitas untuk proses ini, dengan membri kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar dan secara sadar memakai taktik mereka sendiri untuk belajar. Guru sanggup menawarkan siswa anak tangga yang membawasiswa ke tingkat pemahaman yang lebih tinggi dengan catatan siswa sendiri yang mereka tulis dengan bahasa dan kata-kata mereka sendiri.

Makna mencar ilmu berdasarkan konstruktivisme ialah acara yang aktif, dimana pesrta didik membina sendiri pengtahuannya, mencari arti dari apa yang mereka pelajari dan merupakan proses menuntaskan konsep dan idea-idea gres dengan kerangka berfikir yang telah ada dan dimilikinya (Shymansky,1992).

Dalam mengkonstruksi pengetahuan tersebut akseptor didik diharuskan memiliki dasar bagaimana menciptakan hipotesis dan memiliki kemampuan untuk mengujinya, menuntaskan persoalan, mencari balasan dari perkara yang ditemuinya, mengadakan renungan, mengekspresikan wangsit dan gagasan sehingga diperoleh konstruksi yang baru

Baca juga :
Teori Belajar Konstruktivisme Jean Piaget
Teori Belajar Konstruktivisme Vygotsky


EmoticonEmoticon