Teori Mencar Ilmu Konstruktivisme Jean Piaget

Teori Belajar Konstruktivisme Jean Piaget
Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989: 159) menegaskan bahwa pemfokusan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Peran guru dalam pembelajaran berdasarkan teori kontruktivisme yaitu sebagai fasilitator atau moderator. Pandangan ihwal anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori berguru kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan acara asimilasi dan fasilitas sesuai dengan skemata yang dimilikinya.

Proses mengkonstruksi, sebagaimana dijelaskan Jean Piaget yaitu sebagai berikut :
Skemata
Sekumpulan konsep yang dipakai  ketika berinteraksi dengan lingkungan disebut dengan skemata. Sejak kecil anak sudah mempunyai struktur kognitif yang kemudian dinamakan bagan (schema). Skema terbentuk alasannya pengalaman. Misalnya, anak bahagia bermain dengan kucing dan kelinci yang sama-sama berbulu putih. Berkat keseringannya, ia sanggup menangkap perbedaan keduanya, yaitu bahwa kucing berkaki empat dan kelinci berkaki dua. Pada akhirnya, berkat pengalaman itulah dalam struktur kognitif anak terbentuk bagan ihwal hewan berkaki empat dan hewan berkaki dua. Semakin remaja anak, maka semakin sempunalah bagan yang dimilikinya. Proses penyempurnaan sekema dilakukan melalui proses asimilasi dan akomodasi.

Asimilasi
Asimilasi yaitu proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman gres ke dalam bagan atau contoh yang sudah ada dalam pikirannya. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan insiden atau rangsangan gres dalam bagan yang telah ada. Proses asimilasi ini berjalan terus. Asimilasi tidak akan menjadikan perubahan/pergantian skemata melainkan perkembangan skemata. Asimilasi yaitu salah satu proses individu dalam mengadaptasikan dan mengorganisasikan diri dengan lingkungan gres pengertian orang itu berkembang.

Akomodasi
Dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman gres seseorang tidak sanggup mengasimilasikan pengalaman yang gres dengan skemata yang telah dipunyai. Pengalaman yang gres itu sanggup jadi sama sekali tidak cocok dengan bagan yang telah ada. Dalam keadaan demikian orang akan mengadakan akomodasi. Akomodasi tejadi untuk membentuk bagan gres yang cocok dengan rangsangan yang gres atau memodifikasi bagan yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu.


Keseimbangan
Ekuilibrasi yaitu keseimbangan antara asimilasi dan fasilitas sedangkan diskuilibrasi yaitu keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi, ekuilibrasi sanggup menciptakan seseorang menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya.


EmoticonEmoticon