Tujuan Bimbingan Dan Konseling


Bimbingan dan konseling merupakan suatu santunan yang diberikan oleh konselor semoga konseli bisa menuntaskan duduk kasus yang dihadapi dan bisa membuatkan potensi yang dimilikinya

Tujuan bimbingan dan konseling  
1.  Aspek pribadi-sosial 
a)  Memiliki komitmen yang berpengaruh dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, kawasan kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
b)  Memiliki perilaku toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
c) Memiliki pemahaman wacana irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), sertadan bisa meresponnya secara aktual sesuai dengan pemikiran agama yang dianut.
d) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
e)  Memiliki perilaku aktual atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
f)   Memiliki kemampuan untuk melaksanakan pilihan secara sehat
g) Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap kiprah atau kewajibannya.
h) Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan sesama manusia.
i)  Memiliki kemampuan dalam menuntaskan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
j)    Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.

2. Aspek akademik (belajar) 
a)  Memiliki kesadaran wacana potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami banyak sekali kendala yang mungkin muncul dalam proses berguru yang dialaminya.
b)  Memiliki perilaku dan kebiasaan berguru yang positif, menyerupai kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, memiliki perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua acara berguru yang diprogramkan.
c)   Memiliki motif yang tinggi untuk berguru sepanjang hayat.
d)  Memiliki keterampilan atau teknik berguru yang efektif, menyerupai keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
e)  Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, menyerupai menciptakan jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh isu wacana banyak sekali hal dalam rangka membuatkan wawasan yang lebih luas.
f)   Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

3. Aspek karir
a) Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
b) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan isu karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
c) Memiliki perilaku aktual terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
d) Memahami relevansi kompetensi berguru (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi impian karirnya masa depan.
e)  Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
f)   Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, ialah merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
g) Dapat membentuk pola-pola karir, ialah kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru, maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
h)   Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki.

Sekilas wacana tujuan bimbingan dan konseling, semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon